ISOLASI SENYAWA KAFFEIN DARI TEH
Teh
merupakan yang
paling sering kita konsumsi sehari-hari. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam
teh adalah kafein. Kafein merupakan zat penikmat yang terdapat di dalam
tumbuha-tumbuhan baik itu terdapat dalam biji-bijian maupun daun. Kafein juga
berbahaya bagi tubuh manusia apabila di konsumsi berlebih karena dapat
mengakibatkan keracunan, gelisah, sensitif, dan tremor. Kafein merupakan zat
racun.
Keracunan
kafeina kronis: Bila minum 5 cangkir teh setiap hari yang setara dengan 600 mg
kafeina, lama kelamaan akan memperlihatkan tanda dan gejala seperti gangguan
pencernaan makanan (dispepsia), Fasa lemah, gelisah, tremor, sukar tidur, tidak
nafsu makan, sakit kepala, pusing (vertigo), bingung, berdebar, sesak napas,
dan kadang sukar buang air besar.
Sinplisia berasal dari daun teh kering yang sudah dihaluskan atau
disebutkan. Daun teh mengandung kafein yang tinggi yaitu sekitar 5%. Komposisi
kimia yang terkandung dalam teh terdiri 25% zat padat yang tersusun dari
dinding sel dan serat-serat berisi zat-zat yang larut dan tidak larut dalam air
: purine. Theopylinn, theobromine, adenine, guanine, kaffein, dan systocine
termasuk dalam golongan purine.
Daun mengandung kafein (2 - 3%), theobromin,
theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak asiri, kuersetin, naringenin, dan
natural fluoride. Tanin mengandung zat epigallocatechin galat, yang mampu
mencegah kanker lambung dan kerongkongan. Setiap 100 g daun teh mempunyai
kalori 17 kJ dan mengandung 75 - 80% air, polifenol 25%, protein 20%,
karbohidrat, 4%, kafein 2,5 - 4,5%, serat 27%, dan pektin 6%.
Kafein adalah sejenis senyawa alkaloid yang termasuk golongan metilxanthine
(1,3,7-trimethylxantine). Kristal kafein dalam air berupa jarum-jarum
bercahaya. Bila tidak mengandung air, kafein meleleh pada suhu 234 oC-239
oC dan menyublim pada suhu yang lebih rendah. Kafein mudah larut
dalam air panas dan kloroform, tetapi serikit larut dalam air dingin dan
alkohol. Kafein bersifat basa lemah dan hanya dapat membentuk garam dengan basa
kuat (Abraham, 2010). Struktur kafein terbangun dari system cincin purin, yang
secara biologis penting dan diantaranya banyak ditemukan dalam asam nukleat.
Isolasi kaffein dari daun teh dengan pelarut air yang dipanaskan secara
langsung tidak memperlihatkan kerusakan struktur kaffein, tatpi membutuhkan
waktu yang lama, temperature tinggi dan kaffein yang terambil hanya sedikit,
hal ini disebabkan karena air tidak mampu menarik kaffein dari ikatan garamnya.
Penambahan basa dapat membantu melepaskan kaffein dari garamnya, dan larut
dalam air, sebagai basa digunakan air kapur. Air kapur ini juga berfungsi
merusak lapisan lilin dari dinding sel daun sehingga kaffein mudah keluar.
Kaffein yang berada dalam fasa cair, diekstraksikan oleh CHCl3, hal
ini terjadi karena kelarutan kofeina dalam CHCl3 lebih besar dari
kelarutana air.
Prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan tehnik ekstraksi pelarut
dengan menggunakan kaidah. Prinsip dari ektraksi adalah menarik suatu senyawa tertentu
kedalam pelarut yang sesuai . Alasan digunakan Chloroform sebagai pelarut
karena chlorofrom sebagai pelarut universal, sehingga dapat melarutkan kafein.
PERMASALAHAN
Alkaloid pada teh lebih sulit diisolasi dibandingkan dengan
kopi. Hal ini disebabkan oleh adanya tanin yang terkandung dalam teh.
pertanyaannya, apkah pelarut yang digunakan untuk mempercepat isolasi teh dan bagaimana mekanisme reaksi sehingga diperoleh kafein murni dari senyawa tersebut. (bagaimana nasib tanin)
pertanyaannya, apkah pelarut yang digunakan untuk mempercepat isolasi teh dan bagaimana mekanisme reaksi sehingga diperoleh kafein murni dari senyawa tersebut. (bagaimana nasib tanin)
Tanin harus dapat dipisahkan untuk mendapatkan kafein murni. Cara untuk memisahkan kafein dengan tanin adalah dengan menambahkan natrium karbonat dan diklorometana. Natrium karbonat adalah senyawa yang bersifat basa sehingga akan bereaksi dengan tanin yang bersifat asam membentuk garam, garam ini larut dalam air tapi tidak larut dalam diklorometana. Diklorometana merupakan senyawa non-polar yang dapat melarutkan kafein yang juga merupakan senyawa non-polar. Saat penambahan diklorometana ke dalam ekstrak teh, corong pisah dikocok perlahan, Setelah proses ini selesai akan didapat larutan air-garam dan kafein-diklorometana yang berwarna bening. Untuk memisahkan keduanya ditambahkan kalsium klorida anhidrat kemudian didekantasi atau disaring menggunakan kertas saring biasa. Kalsium klorida anhidrat ini berfungsi untuk absorpsi eksoterm air sehingga setelah dilakukan penyaringan, filtrat yang diperoleh adalah murni larutan kafein-diklorometana.Larutan senyawa kafein-diklorometana kemudian didistilasi dengan metode distilasi sederhana karena perbedaan titik didihnya yang jauh. Distilasi ini berfungsi untuk memisahkan kafein dari diklorometana. Produk dari distilasi adalah kristal kafein.
BalasHapusMenurut saya pada pemurnian zat cair jika ditinjau dari prosdur pengerjaannya terkesan lebih rumit, karena untuk pemurnian zat cair metode pemisahan yang dapat dilakukan adalah dengan destilasi yaitu pemisahan dengan melihat perbedaan titik didih, selain itu, ada pula metode refluks. pada dasarnya lebih mengarah pada penguapan.contohya pemisahan asam benzoat dalam air melalui pemanasan, lalu penyaringan, pendinginan sehingga diperoleh kristal asam benzoat, proses pemurnian minyak attsiri dengan destilasi akan tetapi hasil yang diperoleh dalam jumlah swedikit. berdaasarkan artikel anda nikotin yang awalny berbentuk cair diubah menjadi garamnya terlebih dahulu sehinnga nikotin akan bereaksi dengan assam pikrat membentuk nikotin dipikrat yang berbentuk padat.Sedangkan pada pemurnian zat padat yang meskipun dimaserasi itu merupakan langakah awal yang biasa dilakukan untuk pemurnian, akan tetapi melihat sifat senyawanya juga, jika mudah menguap maka dimurnika dengan cara sublimasi contohnya naftalen
BalasHapusUntuk melihat lebih jelasnya apa kah bisa dengan menggunakan KLT spektrofotometri?
BalasHapusUntuk melihat lebih jelasnya apa kah bisa dengan menggunakan KLT spektrofotometri?
BalasHapusUntuk melihat lebih jelasnya apa kah bisa dengan menggunakan KLT spektrofotometri?
BalasHapusUntuk melihat lebih jelasnya apa kah bisa dengan menggunakan KLT spektrofotometri?
BalasHapus