Rabu, 13 November 2013

BIOAKTIVITAS FLAVONOID

Flavonoid dan Aktivitas Antioksidannya


Selain vitamin C, apel juga mengandung antioksidan yang lebih penting yaitu berbagai turunan senyawaan flavonoid. Di antaranya yang paling banyak ditemukan adalah quersetin glikosida, prosianidin B2, asam klorogenat, epikatekin, dan floretin glikosida. Berbagai penelitian yang dihubungkan dengan hewan coba menunjukkan sifat antioksidan dan antiproliferasi senyawaan flavonoid terhadap sel-sel kanker payudara, kanker hati, dan kanker kolon. Selain senyawaan flavonoid, ditemukan juga 13 jenis senyawaan terpenoid yang juga menunjukkan aktivitas yang sama. Perhatian lebih ditujukan kepada kandungan fitokimia kulit apel mengingat tingginya kandungan Quersetin glikosida yang memiliki aktivitas antioksidasi yang paling tinggi. Oleh karena tingginya diet antioksidan dalam kulit apel, diusulkan bubuk kulit apel sebagai aditif bahan makanan.
Kandungan flavonoid bervariasi bergantung pada varitasnya. Pemrosesan apel banyak menurunkan kadar dan aktivitas senyawaan fenolik. Penyimpanan dalam waktu lama pada temperatur 0oC tidak banyak mengubah kandungan fenolik dalam apel.
Flavonoid dapat bertindak sebagai antioksidan melalui dua mekanisme, yaitu flavonoid menghambat kerja enzim yang terlibat dalam reaksi produksi anion superoksida, flavonoid juga mengikat logam kelumit yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas. Dengan potensial reduksi yang rendah, flavonoid memadamkan radikal dengan jalan mereduksi radikal superoksida, peroksil, alkoksil, dan hidroksil. Radikal aroksil saling bereaksi menghasilkan quinon yang stabil. Stabilnya aroksil ditentukan oleh adanya delokalisasi elektron pada 2,3-ikatan ganda terkonyugasi dengan 4-okso. Mekanisme lain yang dijalankan flavonoid dalam memadamkan radikal adalah dengan cara menyediakan sisi pengikatan untuk radikal –radikal tersebut. Sisi ini adalah gugus katekol pada cincin B yang merupakan donor elektron yang baik
 Beberapa argumen tidak mendukung karakter antioksidan flavonoid. Flavonoid dapat menghambat mekanisme enzimatik antioksidan dalam tubuh ketika ia mengikat logam kelumit yang berfungsi sebagai kofaktor reaksi di atas. Sifat prooksidan flavonoid akan dominan apabila radikal aroksil bereaksi dengan oksigen membentuk anion superoksida. Reaksi ini akan terjadi jika tersedia banyak ion logam transisi.
Aktivitas antioksidan flavonoid sangat bergantung pada substituen pada cincin B. Yang akan meningkatkan aktivitas antioksidan flavonoid adalah ortohidroksilasi dan adanya katekol pada cincin B. Quercetin memiliki aktivitas paling besar karena didalam strukturnya terdapat O-hidroksi dalam cincin B yang akan meningkatkan kestabilan bentuk radikal aroksil. Aktivitas akan lebih meningkat apabila ada subsitusi 3-OH dengan galoil seperti padakatekin galat.


PERMASALAHAN
aktivitas antioksidan bergantung pada subsituen pada cincin B.
apabila cincin B tersebut tersubsitusi oleh senyawa lain, apakah sifat antioksidannya akan berkurang, atau semakin kuat atau terjadi hal lain??
senyawa sepeti apakah yang dapat mempengaruhinya?
dan bagai manakan fungsi gugus B tersebut bereaksi sebagai antioksidan.??

2 komentar:

  1. baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, dari artikel anda yang telah saya baca, dapat dijawab bahwa Aktivitas antioksidan flavonoid sangat bergantung pada substituen pada cincin B. jadi apabila cincin B tersebut tersubsitusi oleh senyawa lain maka bisa mempengaruhi sifat antioksidannya dan dari artikel anda yang telah saya baca bahwa Yang dapat meningkatkan aktivitas antioksidan flavonoid adalah ortohidroksilasi dan adanya katekol pada cincin B. Quercetin memiliki aktivitas paling besar karena didalam strukturnya terdapat O-hidroksi dalam cincin B yang akan meningkatkan kestabilan bentuk radikal aroksil. Aktivitas akan lebih meningkat apabila ada subsitusi 3-OH dengan galoil seperti padakatekin galat.
    cara kerjanya, pada fungsi gugus B terdapat katekol yang merupakan donor elektron yang baik, sehingga Flavonoid dapat bertindak sebagai antioksidan melalui dua mekanisme, yaitu flavonoid menghambat kerja enzim yang terlibat dalam reaksi produksi anion superoksida, flavonoid juga mengikat logam kelumit yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas. Dengan potensial reduksi yang rendah, flavonoid memadamkan radikal dengan jalan mereduksi radikal superoksida, peroksil, alkoksil, dan hidroksil. Radikal aroksil saling bereaksi menghasilkan quinon yang stabil. Stabilnya aroksil ditentukan oleh adanya delokalisasi elektron pada 2,3-ikatan ganda terkonyugasi dengan 4-okso. Mekanisme lain yang dijalankan flavonoid dalam memadamkan radikal adalah dengan cara menyediakan sisi pengikatan untuk radikal –radikal tersebut. terima kasih semoga ,membantu.

    BalasHapus
  2. mengapa senyawa flavonoid dapat meningkatkan efektivitas dari vitamin C?

    BalasHapus