Flavonoid dan Aktivitas Antioksidannya
Selain vitamin C, apel juga mengandung antioksidan
yang lebih penting yaitu berbagai turunan senyawaan flavonoid. Di antaranya
yang paling banyak ditemukan adalah quersetin glikosida, prosianidin B2, asam
klorogenat, epikatekin, dan floretin glikosida. Berbagai penelitian yang
dihubungkan dengan hewan coba menunjukkan sifat antioksidan dan antiproliferasi
senyawaan flavonoid terhadap sel-sel kanker payudara, kanker hati, dan kanker
kolon. Selain senyawaan flavonoid, ditemukan juga 13 jenis senyawaan terpenoid yang
juga menunjukkan aktivitas yang sama. Perhatian lebih ditujukan kepada
kandungan fitokimia kulit apel mengingat tingginya kandungan Quersetin
glikosida yang memiliki aktivitas antioksidasi yang paling tinggi. Oleh karena
tingginya diet antioksidan dalam kulit apel, diusulkan bubuk kulit apel sebagai
aditif bahan makanan.
Kandungan flavonoid bervariasi bergantung pada
varitasnya. Pemrosesan apel banyak menurunkan kadar dan aktivitas senyawaan
fenolik. Penyimpanan dalam waktu lama pada temperatur 0oC tidak banyak mengubah kandungan
fenolik dalam apel.
Flavonoid dapat bertindak sebagai antioksidan melalui
dua mekanisme, yaitu flavonoid menghambat kerja enzim yang terlibat dalam
reaksi produksi anion superoksida, flavonoid juga mengikat logam kelumit yang
terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas. Dengan potensial reduksi
yang rendah, flavonoid memadamkan radikal dengan jalan mereduksi radikal
superoksida, peroksil, alkoksil, dan hidroksil. Radikal aroksil saling bereaksi
menghasilkan quinon yang stabil. Stabilnya aroksil ditentukan oleh adanya delokalisasi
elektron pada 2,3-ikatan ganda terkonyugasi dengan 4-okso. Mekanisme lain yang
dijalankan flavonoid dalam memadamkan radikal adalah dengan cara menyediakan
sisi pengikatan untuk radikal –radikal tersebut. Sisi ini adalah gugus katekol
pada cincin B yang merupakan donor elektron yang baik
Beberapa
argumen tidak mendukung karakter antioksidan flavonoid. Flavonoid dapat
menghambat mekanisme enzimatik antioksidan dalam tubuh ketika ia mengikat logam
kelumit yang berfungsi sebagai kofaktor reaksi di atas. Sifat prooksidan
flavonoid akan dominan apabila radikal aroksil bereaksi dengan oksigen
membentuk anion superoksida. Reaksi ini akan terjadi jika tersedia banyak ion
logam transisi.
Aktivitas antioksidan flavonoid sangat bergantung pada
substituen pada cincin B. Yang akan meningkatkan aktivitas antioksidan
flavonoid adalah ortohidroksilasi dan adanya katekol pada cincin B. Quercetin
memiliki aktivitas paling besar karena didalam strukturnya terdapat O-hidroksi
dalam cincin B yang akan meningkatkan kestabilan bentuk radikal aroksil. Aktivitas
akan lebih meningkat apabila ada subsitusi 3-OH dengan galoil seperti padakatekin
galat.
aktivitas antioksidan bergantung pada subsituen pada cincin B.
apabila cincin B tersebut tersubsitusi oleh senyawa lain, apakah sifat antioksidannya akan berkurang, atau semakin kuat atau terjadi hal lain??
senyawa sepeti apakah yang dapat mempengaruhinya?
dan bagai manakan fungsi gugus B tersebut bereaksi sebagai antioksidan.??
baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, dari artikel anda yang telah saya baca, dapat dijawab bahwa Aktivitas antioksidan flavonoid sangat bergantung pada substituen pada cincin B. jadi apabila cincin B tersebut tersubsitusi oleh senyawa lain maka bisa mempengaruhi sifat antioksidannya dan dari artikel anda yang telah saya baca bahwa Yang dapat meningkatkan aktivitas antioksidan flavonoid adalah ortohidroksilasi dan adanya katekol pada cincin B. Quercetin memiliki aktivitas paling besar karena didalam strukturnya terdapat O-hidroksi dalam cincin B yang akan meningkatkan kestabilan bentuk radikal aroksil. Aktivitas akan lebih meningkat apabila ada subsitusi 3-OH dengan galoil seperti padakatekin galat.
BalasHapuscara kerjanya, pada fungsi gugus B terdapat katekol yang merupakan donor elektron yang baik, sehingga Flavonoid dapat bertindak sebagai antioksidan melalui dua mekanisme, yaitu flavonoid menghambat kerja enzim yang terlibat dalam reaksi produksi anion superoksida, flavonoid juga mengikat logam kelumit yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas. Dengan potensial reduksi yang rendah, flavonoid memadamkan radikal dengan jalan mereduksi radikal superoksida, peroksil, alkoksil, dan hidroksil. Radikal aroksil saling bereaksi menghasilkan quinon yang stabil. Stabilnya aroksil ditentukan oleh adanya delokalisasi elektron pada 2,3-ikatan ganda terkonyugasi dengan 4-okso. Mekanisme lain yang dijalankan flavonoid dalam memadamkan radikal adalah dengan cara menyediakan sisi pengikatan untuk radikal –radikal tersebut. terima kasih semoga ,membantu.
mengapa senyawa flavonoid dapat meningkatkan efektivitas dari vitamin C?
BalasHapus